Langsung ke konten utama

Unggulan

Tentang YouTube, Bahasa Jerman, dan Proses Bertumbuhku di Jerman

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Alhamdulillah… rasanya masih nggak nyangka kalau sekarang YouTube “Nisya Diary” sudah sampai 2160 subscribers. Kalau ingat satu tahun lalu waktu pertama bikin channel ini di bulan Mei tahun 2025, subscribernya masih benar-benar cuma orang-orang terdekat aja. Aku upload video juga masih malu-malu, masih bingung, masih belajar semuanya sendiri. Dan sekarang, Masya Allah… perlahan berkembang sedikit demi sedikit. Aku selalu bilang kalau aku ini bukan guru bahasa Jerman. Aku juga masih belajar sampai sekarang. Aku masih salah grammar, masih belajar speaking, masih terus mengulang materi-materi dasar sampai B1-B2. Tapi aku senang sekali karena ternyata banyak teman-teman di Indonesia yang suka dengan cara aku menjelaskan. Alhamdulillah banget kalau video-videoku bisa jadi teman belajar online yang menyenangkan, santai, dan mudah dipahami untuk kalian. Jujur, akhir tahun 2025 sampai Maret 2026 aku sempat break dari YouTube karena capek b...

Pengalaman Jadi YouTuber Bahasa Jerman

Assalamualaikum teman-teman! 🌸

Alhamdulillah, kali ini aku mau sharing pengalaman aku selama jadi YouTuber yang ngajarin bahasa Jerman. Awalnya aku cuma pengen sharing aja, supaya aku juga bisa sekalian review ulang materi yang aku pelajari. Niatnya sederhana banget: sambil belajar, sambil ngajarin, biar ilmunya juga nyantol lebih kuat di aku. Ternyata, MasyaAllah, banyak banget yang merasa terbantu sama video-video aku.


Sekarang, subscriber aku udah nyentuh angka 500. Rasanya seneng banget, bersyukur banget, dan semoga terus bertambah ya, aamiin. Dari komentar, testimoni, bahkan sampai ada yang kirim DM lewat TikTok dan Instagram dulu, banyak banget yang bilang kalau video aku bermanfaat. Sayangnya, sekarang aku lagi off TikTok dan Instagram supaya lebih fokus, jadi aku nggak bisa baca semua DM. Tapi nggak apa-apa, karena aku sekarang lebih fokus di YouTube, WhatsApp untuk komunikasi keluarga dan suami, dan juga blog ini. Karena buat aku, aku nggak mau terlalu banyak mengumbar kehidupan pribadi, dan juga nggak mau kecanduan scroll medsos. Aku mau lebih fokus ke belajar bahasa Jerman dan konten bermanfaat.

Fokus Mengajar Sampai Level B1

Awalnya aku cuma bikin konten untuk level A1 dan A2. Video pertama aku, tentang belajar bahasa Jerman A1, sekarang udah tembus lebih dari 3.000 views. Itu menurut aku pencapaian yang luar biasa banget. Alhamdulillah, semoga video-video aku bisa jadi amal jariyah.

Sekarang aku juga mulai bikin konten untuk level B1. Tapi jujur, aku sendiri merasa harus belajar ulang dan baca ekstra lagi, karena di level B1 itu materinya lebih dalam, lebih kompleks, dan lebih banyak. Aku juga nggak mau jelasin semua halaman dari buku yang jadi referensi, karena memang aku lebih suka pilih materi yang inti dan penting aja, biar nggak overwhelming.

Bahasa Jerman Jadi Penghubung Keluarga

Bahasa Jerman ini bukan cuma sekadar bahasa asing buat aku. Tapi lebih dalam dari itu, bahasa Jerman sekarang jadi bahasa penghubung aku sama suami. Karena suami aku orang Mesir, sedangkan aku orang Indonesia, bahasa Jerman jadi bahasa tengah yang bisa menyatukan kami. Kami memang juga sering pakai bahasa Inggris, tapi untuk kehidupan sehari-hari, untuk mendidik anak-anak kami kelak insyaAllah, bahasa Jerman akan jadi bahasa utama. Baru nanti diselipi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Arab Mesir perlahan-lahan.

Makanya, aku merasa belajar bahasa Jerman ini bukan sekadar hobi, tapi benar-benar kebutuhan hidup. Aku pengen banget bisa lancar, supaya bisa komunikasi lebih dalam dengan suami, dengan lingkungan sekitar, dan juga nanti dalam mendidik anak-anak.

Syukur dan Doa

Aku sangat bersyukur karena perjalanan ini sesuai dengan manifestasi aku dulu. Aku pernah punya keinginan sederhana: bisa ngajarin orang bahasa asing lewat iPad. Dulu aku sempat beli iPad tanpa tau mau dipakai buat apa, cuma buat main game. Ternyata, sekarang iPad itu aku pakai buat hal bermanfaat: bikin video belajar bahasa Jerman. Alhamdulillah, MasyaAllah, Tabarakallah. Semoga Allah selalu kasih keberkahan dalam setiap langkah ini.

Aku juga bersyukur banget ada yang merekomendasikan channel aku di TikTok Indonesia, masuk daftar 5 akun belajar bahasa Jerman pakai bahasa Indonesia. Terima kasih banyak untuk semua support kalian, walaupun aku nggak sempat langsung ngucapin di sana. Aku doakan setiap huruf, kata, atau grammar yang kalian pelajari dari aku, jadi kebaikan untuk kalian dan juga jadi kebaikan untuk aku.

Tentang Belajar dan Ujian Bahasa Jerman

By the way, aku sendiri sebenarnya masih dalam proses belajar. Level aku sekarang ada di antara B1 dan B2. Aku belum ikut ujian bahasa Jerman, karena menurut aku, yang paling penting itu bukan buru-buru dapat sertifikat, tapi paham dulu apa aja yang dipelajari di level ini.

Jadi, aku nggak mau cuma belajar buat ujian. Aku lebih fokus untuk benar-benar mengerti. Misalnya di level B1 ada bagian 1, bagian 2, bagian 3, nah aku harus ngerti dulu semuanya pelan-pelan. Kalau aku cuma belajar buat ujian, rasanya kurang worth it. Aku mau persiapan matang dulu, review ulang, dan terus belajar supaya ketika tiba saatnya aku ambil ujian, aku benar-benar siap, insyaAllah.

Karena buat aku, bahasa Jerman ini bukan cuma tentang sertifikat, tapi tentang kemampuan nyata untuk komunikasi, untuk hidup sehari-hari, dan untuk masa depan keluarga aku di sini.

Penutup

Itulah sedikit cerita perjalanan aku jadi YouTuber bahasa Jerman. Dari niat sederhana, sekarang bisa sampai 500 subscriber lebih dan makin banyak orang terbantu. Semoga channel ini terus berkembang, semoga ilmunya bermanfaat, dan semoga aku juga bisa terus belajar, makin dalam, makin luas, sampai benar-benar lancar berbahasa Jerman.

Terima kasih buat kalian semua yang sudah subscribe, nonton, dan belajar bareng aku. Semoga perjalanan ini jadi jalan kebaikan untuk kita semua. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 💕

Komentar