Langsung ke konten utama

Unggulan

Setelah Ada Si Kecil: Tentang Suami, Rindu, Kesal, dan Cinta yang Bertambah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Sudah lama rasanya aku tidak menulis di blog ini. Ada banyak hal yang berubah dalam hidupku, dan salah satu perubahan terbesar adalah hadirnya seorang manusia kecil yang kini menjadi bagian paling berharga dalam kehidupan kami. Dulu, sebelum menjadi orang tua, aku dan suamiku hanya perlu memikirkan diri kami sendiri. Kami punya lebih banyak waktu untuk berdua, bisa menikmati hari dengan cara kami sendiri, dan tidak perlu membagi perhatian dengan seseorang yang bergantung pada kami hampir sepanjang waktu. Sekarang, kehidupan kami berbeda. Ada tangisan kecil, waktu tidur yang tidak selalu teratur, pekerjaan rumah yang menunggu, dan berbagai hal baru yang perlahan kami pelajari bersama. Ada seorang putri kecil yang membuat rumah kami terasa lebih hidup, sekaligus mengajarkan kami bahwa cinta ternyata bisa tumbuh dalam bentuk yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Menjadi Istri Sekaligus Ibu Setelah menjadi ibu, aku baru memahami bahwa menc...

Welcome Sommer di Jerman, tahun kedua.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Welcome Sommer di Jerman, tahun kedua.

Bismillah, semoga tahun ini bisa lebih siap menjalani musim panas di Jerman walaupun tetap aja… panasnya kadang bikin kaget. Sekarang masih bulan Mei, tanggal 21, jadi cuacanya masih enak-enak aja. Pagi masih sejuk, anginnya adem, matahari juga hangatnya pas. Tapi siang mulai terasa panas banget, apalagi kalau nanti sudah masuk Juni atau Juli. Di beberapa hari tertentu bahkan bisa sampai 39–40 derajat. Masya Allah, rasanya benar-benar beda.

Dulu sebelum tinggal di Jerman, aku kira negara Eropa bakal dingin terus. Ternyata saat Sommer datang, panasnya juga bisa luar biasa. Bedanya mungkin di sini udara tetap terasa lebih kering dibanding Indonesia, jadi kadang matahari terik tapi angin masih ada.

Walaupun panas, entah kenapa aku tetap senang menyambut Sommer. Rasanya hati jadi lebih hidup karena matahari muncul terus hampir sepanjang hari. Langit biru, cahaya matahari masuk ke rumah lebih lama, dan suasana luar jadi lebih ramai. Orang-orang mulai duduk di taman, jalan kaki, bersepeda, atau sekadar menikmati matahari.


Dan yang paling aku syukuri saat Sommer adalah waktu shalat Isya yang bisa dijamak dengan Maghrib mengikuti aturan dari masjid Indonesia di Frankfurt ketika memang diperbolehkan. Alhamdulillah banget, jadi tidak perlu menunggu sampai tengah malam. Karena kalau Sommer benar-benar sudah panjang harinya, waktu Isya bisa sangat larut. Jadi ini sangat membantu dan membuat ibadah terasa lebih ringan dijalani.

Tahun ini aku juga berharap bisa lebih sering jalan kaki di Jerman. Aku sebenarnya suka sekali jalan kaki di sini. Trotoarnya nyaman, udara paginya segar, dan suasananya tenang. Kadang aku masih malu atau takut sendiri padahal insya Allah aman kalau pagi atau siang. Cuma ya… jangan subuh banget juga, walaupun Sommer jam 5 pagi sudah terang benderang seperti jam 7 pagi di Indonesia.

Lucu juga sebenarnya, pertama kali tinggal di sini aku sempat bingung lihat jam. Masih pagi banget tapi matahari sudah tinggi. Kadang tubuh masih ingin tidur tapi langit sudah terang sekali.

Bismillah untuk Sommer tahun kedua di Jerman.

Semoga tahun ini aku bisa lebih berani, lebih sehat, lebih banyak bergerak, lebih menikmati hidup tanpa terlalu takut pada banyak hal. Semoga Allah selalu menjaga langkah-langkah kecilku di negeri ini. Dan semoga semua yang membaca tulisan ini juga selalu diberikan kesehatan, ketenangan hati, rezeki yang berkah, serta perlindungan Allah di mana pun berada.

Alhamdulillah untuk segala musim yang Allah hadirkan dalam hidup ini.

Komentar